JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, punya janji besar. Katanya, pola komunikasi pemerintah di bawah komandonya bakal berubah drastis. Nggak akan kalem-kalem lagi.
Qodari bilang, Bakom bakal tampil lebih aktif. Lebih agresif. Mereka siap mengawal narasi publik soal kebijakan pemerintah. “Kalau diserang, ya jangan diam,” begitu kira-kira pesannya.
Pernyataan ini disampaikan saat acara pisah sambut jabatan di Auditorium Bakom, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Di situ, dia langsung menepis anggapan kalau pemerintah harus pasrah aja saat dikritik atau diserang di ruang publik.
Awalnya, Qodari cerita soal seorang pengamat yang mengkritik penunjukannya bersama Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
“Ada salah satu pengamat, beliau mengatakan ini kelihatannya Bapak Presiden mau ngajak perang ini. Karena yang ditunjuk Qodari dengan Hasan Nasbi katanya. Ini katanya duanya ini tipe penyerang, begitu. Wah ini ngajak ribut gitu,” ujar Qodari dalam sambutannya.
Mendengar itu, Qodari langsung bereaksi. Nggak terima, pokoknya.
“Saya langsung komentar begini, memang maunya situ nyerang-nyerang terus nggak ada yang jawab gitu ya? Enak aja, sorry ye,” katanya, nada bicaranya setengah kesal.
Di sisi lain, menurut Qodari, pola komunikasi sekarang sudah jauh berbeda dibanding 10 atau 20 tahun lalu. Dulu mungkin masih bisa santai. Sekarang? Ada media sosial. Semua orang bisa bicara. Pemerintah, kata dia, nggak bisa cuma jadi penonton.
“Jadi bukan cuma proaktif, tapi harus agresif. Nah ini bakal dikutip ramai ini nanti. Nggak apa-apa, your words against my words. Saya yakin dan percaya bahwa publik punya rasionalitasnya sendiri dan mayoritas akan mendukung program-program yang kita kerjakan karena betul-betul ditujukan untuk masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Dia percaya, selama niat Presiden Prabowo baik dan programnya bermanfaat, publik bakal tetap dukung. Meskipun di ruang publik ramai debat. “Mayoritas pasti lihat hasilnya,” ujarnya optimistis.
Artikel Terkait
AHY Dorong Percepatan Pembangunan Flyover Usai Kecelakaan Maut di Perlintasan Bekasi Timur
Gus Rosikh: Muktamar NU Jangan Dibajak Kepentingan Politik dan Ekonomi
Menteri Perhubungan Panggil Manajemen Green SM Usai Kecelakaan Maut di Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik untuk Redam Dampak Perang di Selat Hormuz