Satu Bibit Siklon Punah, Satunya Masih Mengintai di Barat Bengkulu

- Senin, 08 Desember 2025 | 23:50 WIB
Satu Bibit Siklon Punah, Satunya Masih Mengintai di Barat Bengkulu

Kabarnya, Bibit Siklon Tropis 93W di utara Indonesia sudah dinyatakan punah. Informasi ini datang langsung dari BMKG. Jadi, yang tersisa kini hanya satu: Bibit Siklon Tropis 91S, yang masih terpantau di perairan barat Bengkulu hingga Lampung.

Menurut keterangan resmi BMKG pada Senin malam (8/12/2025), bibit siklon 93W itu sudah tak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan sejak pukul 19.00 WIB. "Sejak Senin, 8 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, bibit siklon tersebut telah punah dan tidak menunjukkan indikasi untuk berkembang menjadi siklon tropis," begitu bunyi pernyataan mereka.

Bibit yang sempat terpantau di Samudera Pasifik Utara sejak akhir November lalu itu akhirnya melemah dan dinyatakan tidak aktif. Penyebabnya? Dukungan dari parameter atmosfer berkurang drastis. Kecepatan anginnya, misalnya, sudah tidak signifikan lagi untuk mempertahankan sistem tersebut.

Lalu, bagaimana dengan yang satunya?

Bibit Siklon Tropis 91S kini jadi perhatian utama. Terpantau kecepatan angin maksimumnya sekitar 20 knot atau setara 37 km per jam, dengan tekanan udara minimum 1008 hPa. Sistem ini terbentuk di Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Lampung, sejak hari Minggu (7/12).

"Potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori rendah,"

kata BMKG. Meski peluang penguatannya rendah, kewaspadaan tetap harus dijaga.

BMKG pun mengeluarkan imbauan untuk masyarakat. Dalam 24 jam ke depan, hingga Selasa (9/12) malam, dampak tidak langsungnya diperkirakan bakal terasa. Beberapa wilayah berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat, seperti Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Tak cuma itu, kondisi laut juga perlu diwaspadai. Gelombang setinggi 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia, membentang dari barat Aceh hingga Lampung, juga di perairan selatan Banten. Jadi, bagi nelayan atau yang punya aktivitas di laut, sebaiknya ekstra hati-hati.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler