Taylor Swift Daftarkan Merek Dagang Suara dan Wajah sebagai Tameng Hukum Lawan Deepfake AI

- Selasa, 28 April 2026 | 12:40 WIB
Taylor Swift Daftarkan Merek Dagang Suara dan Wajah sebagai Tameng Hukum Lawan Deepfake AI

IDXChannel Taylor Swift baru saja mendaftarkan merek dagang untuk dua klip audio dan satu gambar dirinya. Ini bukan sekadar formalitas. Langkah ini disebut-sebut sebagai tameng hukum buat melindungi suara dan wajahnya dari serbuan deepfake AI.

Belakangan, AI generatif udah semurah dan semudah itu diakses siapa aja. Akibatnya, konten deepfake palsu tapi nyaris sempurna bertebaran di mana-mana. Figur publik jadi sasaran empuk.

Taylor Swift sendiri pernah jadi korban. Awal 2024, deepfake pornografi dengan wajahnya tersebar masif di internet. Butuh waktu berhari-hari sampai konten itu benar-benar hilang dari peredaran.

Tapi bukan cuma gambar. AI juga jago memalsukan suara. Sekarang banyak orang bikin cover lagu pakai suara penyanyi terkenal, padahal penyanyi aslinya nggak pernah nyanyi lagu itu. Hasilnya? Mirip banget. Soalnya AI punya sumber suara akurat yaitu suara penyanyi itu sendiri yang gampang banget diakses dari berbagai platform digital.

Nah, menurut laporan CNA (28/4/2026), Swift resmi mendaftarkan suara dan wajahnya ke US Patent and Trademark Office pada Jumat, 24 April 2026. Yang jadi pemilik klip suara dan citra wajah itu adalah perusahaannya, TAS Rights Management.

Dua klip audio yang didaftarkan itu sebenarnya potongan suara Swift untuk Amazon Music Unlimited dan Spotify. Isinya kalimat perkenalan dan promosi hal biasa yang direkam artis buat konten promosi. Sementara gambar yang didaftarkan adalah foto Swift di atas panggung, pakai kostum sequin sambil megang gitar pink.

Menurut pengacara merek dagang, Josh Gerben, langkah ini diambil Swift buat ngelindungin diri dari ancaman AI. Dia bilang, pendaftaran suara artis kayak gini masih tergolang baru. Belum banyak selebriti yang melakukannya.

“Biasanya penyanyi cuma ngandelin hukum hak cipta buat lindungin musik mereka. Tapi teknologi AI sekarang bikin orang bisa bikin konten baru dari nol dan meniru suara penyanyi. Jadi ada celah. Dan celah itulah yang bisa diisi dilindungi pakai merek dagang,” jelas Gerben.

Dengan merek dagang ini, Taylor Swift dan timnya punya dasar hukum buat ngajuin tuntutan kalau ada konten AI yang pakai wajahnya atau yang mirip banget sama wajahnya. Bukan cuma Swift, aktor Matthew McConaughey juga pernah ambil langkah serupa. Pendaftaran merek dagang buat citra dirinya udah disetujui.

(Nadya Kurnia)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler