Proyek Sekolah Rakyat Kulon Progo Capai 38 Persen, Serap Hampir Seribu Pekerja Lokal

- Senin, 27 April 2026 | 19:45 WIB
Proyek Sekolah Rakyat Kulon Progo Capai 38 Persen, Serap Hampir Seribu Pekerja Lokal

Kulon Progo Proyek Sekolah Rakyat di sini udah tembus 38 persen. Targetnya? Juni tahun depan rampung. Lumayan cepat, sih, buat ukuran proyek sebesar ini.

Ini bukan sekadar bangun sekolah biasa. Pemerintah bilang, ini bagian dari usaha buat ngasih akses pendidikan ke masyarakat kurang mampu. Tapi dampaknya ternyata lebih dari itu. Proyek ini juga nyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah gede banget.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, ngasih pernyataan soal ini. Katanya,

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas, tanpa mengabaikan mutu konstruksi.”

Lokasinya di Kelurahan Bulurejo, Kecamatan Lendah. Lahan yang dipake seluas 7,1 hektare. Anggarannya dari APBN, Rp214 miliar. Nanti, sekolah ini bisa nampung sampai 1.080 siswa. Cukup lega, ya.

Ngomongin tenaga kerja, awalnya cuma sekitar 650 orang. Sekarang udah nambah jadi 840. Rencananya, bakal terus ditambah sampai nyaris 1.000 pekerja. Lonjakan ini jelas jadi berkah buat warga lokal. Pendapatan rumah tangga ikut naik.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Raden Haryo Satriyawan, jelasin gimana caranya ngebut proyek ini. Menurut dia,

“Langkah percepatan kami lakukan melalui penambahan tenaga kerja dan pengaturan pekerjaan di beberapa zona konstruksi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih paralel.”

Di sisi lain, dampak ekonominya udah kerasa. Warung makan kecil mulai bermunculan. Jasa transportasi ikut laris. Kebutuhan harian para pekerja jadi ladang rezeki buat pedagang lokal. Perputaran uang di tingkat desa jadi lebih hidup.

Sekolah Rakyat ini dirancang modern dan terintegrasi. Fasilitasnya? Ada ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital. Juga ada asrama buat siswa dan guru. Nggak cuma itu, klinik, kantin sehat, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, sampai ruang terbuka hijau juga disediain. Lengkap pokoknya.

Dengan semua ini, Sekolah Rakyat Kulon Progo diharapkan jadi pusat pendidikan baru. Tapi lebih dari itu, proyek ini juga jadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Investasi di pendidikan, ternyata, bisa berjalan barengan dengan kesejahteraan warga. Lapangan kerja terbuka, ekonomi rumah tangga tumbuh. Dua hal yang saling ngisi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar