IDXChannel – Ada yang lagi digodok di Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Namanya rancangan Peraturan Menteri Koordinator, atau Permenko, soal rantai pasok bahan baku lokal buat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini bukan proyek kecil-kecilan, soalnya menyangkut urusan perut banyak orang.
Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, bilang kalau Permenko ini dibuat buat menjalankan apa yang udah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Perpres itu ngatur tata kelola penyelenggaraan program MBG. Jadi, aturan ini semacam turunannya.
“Kalau nggak ada bahan pangannya, kan nggak bisa jalan programnya. Dan diharapkan, bahan pasokan pangan itu berasal dari lokal,” kata Nani, Senin (27/4/2026).
Nah, menurut dia, pemanfaatan rantai pasok lokal ini bisa ngasih banyak untung. Misalnya, dari Koperasi Desa (Kodpes) Merah Putih, UMKM, BUMDes, peternak, koperasi nelayan, sampai pedagang pasar. Selain bisa menekan biaya logistik, kata Nani, cara ini juga bisa bikin masa simpan bahan baku lebih panjang. Lumayan kan?
Dia juga mendorong para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemerintah setempat, dan pemangku kepentingan lainnya, supaya bareng-bareng membangun ekosistem rantai pasok pangan yang berkelanjutan di masing-masing wilayah. Soalnya, tiap daerah punya potensi sendiri-sendiri.
Tapi, nggak cuma Permenko aja yang lagi disiapin. Pemerintah juga sedang ngembangin proyek percontohan, petunjuk teknis, sampai peraturan Badan Gizi Nasional (BGN) yang ngatur soal ekosistem rantai pasok pangan ini. Semuanya dirancang biar pas.
Di sisi lain, mereka sadar bahwa nggak semua wilayah bisa langsung memenuhi bahan baku dari pemasok lokal. Apalagi daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang biasa disebut 3T. Buat wilayah kayak gitu, pemerintah bakal kasih anggaran tambahan. Tapi, bukan berarti mereka lepas tangan.
“Ada kebijakan baru untuk menambah biaya tambahan buat lokasi-lokasi terpencil itu. Setelah kami lihat, mereka belum bisa dapet pasokan pangan lokal dalam waktu dekat. Tapi dengan itu, mereka tetap harus membangun ekosistem di lokasinya masing-masing ke depannya,” jelas Nani.
Jadi, intinya, pemerintah pengen semua daerah punya sistem sendiri, tapi kalau belum siap, ada bantuan. Semoga aja program ini berjalan mulus, ya.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Veda Ega dan Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah di Jerez, Bukti Regenerasi Pembalap Indonesia Makin Nyata
Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Kabupaten Semarang, BMKG Rilis Data Berbeda dengan Lokasi Pangandaran
Jumlah Korban Tewas dalam Operasi Militer AS di Pasifik Capai 185 Orang
Suporter Milan Kembali Ejek Rafael Leao, Spekulasi Hengkang Makin Kuat