IDXChannel – Pekan ini, IHSG diprediksi masih akan bergerak di zona merah. Kisarannya? Antara 6.900 hingga 7.300. Penyebab utamanya masih sama: bayang-bayang pembekuan rebalancing indeks MSCI yang belum juga reda.
Menurut riset WH Project, pekan lalu sebenarnya IHSG sempat tertolong. Status emerging market masih melekat, jadi ada sedikit ruang bernapas. Tapi akhirnya, ya, kembali lagi terperosok ke dalam downtrend channel. Gak bisa dihindari.
"IHSG masih terpengaruh sentimen MSCI. Soalnya, MSCI belum mau merilis saham-saham baru ke dalam indeks mereka. Sebaliknya, mereka justru akan mengeluarkan saham-saham HSC dari daftar yang sebelumnya," tulis riset itu, Senin (27/4/2026).
Nah, bicara soal HSC kependekan dari High Shareholding Concentration ada dua nama yang menonjol: BREN dan DSSA. Keduanya punya bobot besar terhadap IHSG. Tapi masalahnya, free float mereka gak memenuhi kategori. Akibatnya, mereka ditendang keluar. Dan begitu itu terjadi, tekanan jual otomatis meningkat.
"Efek bobot itulah yang kemudian jadi sentimen penyebab IHSG harus diturunkan lagi," kata analis WH Project.
Di sisi lain, ada kabar yang agak melegakan. Menurut WH Project, pengganggu utama pergerakan IHSG sekarang bukan lagi faktor eksternal. Bukan soal perang dagang atau suku bunga global. Melainkan, ya, saham-saham HSC yang keluar dari MSCI efek bobot, istilahnya. Tapi begini: karena IHSG cuma turun akibat efek bobot, artinya sentimen ini bersifat spesifik. Dampaknya hanya terasa di IHSG saja. Nah, kabar baiknya? Saham-saham lain yang berpotensi naik jadi lebih banyak. Jadi ada secercah harapan.
Seperti diketahui, pada perdagangan Jumat, 24 April 2026, IHSG ditutup melemah cukup dalam. Turun 249,12 poin, atau 3,38 persen, ke level 7.129,49. Kalau dihitung selama sepekan, pelemahannya mencapai 6,61 persen. Cukup bikin deg-degan.
WH Project menambahkan, IHSG sekarang kembali bergerak di dalam downtrend channel. Posisi candle-nya gagal menembus resistance trend line. Tapi, setidaknya support psikologis di 7.000 masih bertahan. Untuk sementara.
"Candlestick IHSG saat ini tidak membentuk pola apapun. Dan indikator MACD sudah membentuk dead cross. Artinya, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka lebar," jelasnya.
Terakhir, berikut beberapa rekomendasi saham secara teknikal dari WH Project:
- ENRG, beli, target estimasi Rp2.000–Rp2.100. Support di Rp1.880, resistance Rp2.000.
- AADI, beli, target estimasi Rp11.500–Rp12.000. Support Rp10.400, resistance Rp11.300.
- MEDC, beli, target estimasi Rp1.850–Rp1.900. Support Rp1.700, resistance Rp1.850.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
UNIFIL Gelar Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico, Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Polisi Tetapkan 13 Tersangka, KPAI Desak Daycare Little Aresha di Jogja Ditutup Permanen
Chelsea Kalahkan Leeds 1-0, Enzo Fernandez Bawa The Blues ke Final Piala FA
PGE dan UGM Kembangkan Pupuk Ramah Lingkungan Berbasis Panas Bumi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian