Bali bersiap menyambut gelombang wisatawan asing dengan langkah yang lebih tegas. Ditjen Imigrasi baru saja mengukuhkan Satgas Patroli Imigrasi 'Dharma Dewata' di pulau dewata, tepatnya pada Rabu lalu. Langkah ini jelas merupakan respons atas makin ramainya aktivitas warga negara asing di sana.
Hendarsam Marantoko, sang Dirjen, tak menampik bahwa satgas ini dibentuk untuk bertindak cepat. Tujuannya? Menangkal potensi pelanggaran yang mungkin terjadi.
"Kehadirannya diharapkan mampu menekan angka pelanggaran hukum oleh WNA, meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat, sekaligus menjadi sarana edukasi keimigrasian secara langsung di lapangan,"
Begitu penjelasan Hendarsam lewat keterangan tertulisnya. Wilayah operasinya pun tak akan sembarangan. Mereka akan fokus mengawasi kawasan-kawasan yang memang jadi titik keramaian para WNA.
Menurutnya, ini semua demi Bali. Komitmen untuk menjaga pulau itu agar tetap aman dan kondusif, baik bagi penduduk lokal maupun turis mancanegara, disebutkannya sebagai alasan utama. "Pembentukan Satgas Patroli Keimigrasian ini merupakan langkah konkret untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Bali sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia," tegasnya.
Operasi pengawasan, kata dia, akan digiatkan. Baik lewat patroli rutin di tiap wilayah, maupun lewat operasi skala nasional. Semua demi stabilitas keamanan dan tentu saja, kepercayaan publik.
Namun begitu, ada sisi lain yang juga dikerahkan. Di saat yang sama, Imigrasi juga mengukuhkan Petugas Imigrasi Pembina Desa atau PIMPASA untuk wilayah Bali. Kalau Satgas Dharma Dewata ibarat pasukan cepat yang bergerak taktis, maka PIMPASA ini hadir dengan pendekatan yang berbeda sama sekali.
Mereka lebih humanis, berbasis komunitas. Kolaborasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat jadi kuncinya. Ini adalah upaya preventif di garis paling depan.
"Mereka bertugas memberikan edukasi serta melakukan pengumpulan informasi awal terkait keberadaan maupun aktivitas orang asing di lingkungannya,"
Jadi, ada dua lapis pengawasan sekarang. Satu bergerak gesit di lapangan, satunya lagi menyatu dengan masyarakat. Sebuah kombinasi yang terlihat cukup komprehensif untuk mengawal dinamika Bali yang kian sibuk.
Artikel Terkait
Kemenhub Godok Aturan Integrasi Tarif dan Tiket Transportasi Multimoda
Dubes Iran Bantah Klaim Trump Soal Pembukaan Selat Hormuz
Ketua Ombudsman RI Ditahan Usai Ditahan Terkait Suap Rp1,5 Miliar dari Perusahaan Tambang
Ketua Ombudsman Ditahan Kejagung Terkait Dugaan Suap Nikel Rp1,5 Miliar