Fasilitas yang disiapkan terbilang lengkap. Mulai dari ruang kelas untuk SD, SMP, dan SMA yang bisa menampung hingga seribu siswa. Lalu ada asrama, rumah susun guru, masjid, sampai gedung serbaguna. Tak ketinggalan kantin, instalasi air bersih, dan sarana olahraga seperti lapangan basket dan mini soccer.
Dody menekankan, komitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu harus dijaga semua pihak. Apalagi melihat progres yang sudah dicapai sekarang.
“Saya minta seluruh pihak harus menjaga komitmen agar pembangunan dapat selesai tepat waktu. Insyaallah kalau progres-nya sudah bagus seperti ini akan selesai sebelum 20 Juni. Sehingga pada 1 Juli, fasilitas ini sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan pengawasan di lapangan. Hal ini krusial untuk memastikan kualitas pekerjaan tidak turun dan jadwal tidak molor.
“Untuk yang masih tertinggal harus segera dikejar dengan langkah konkret di lapangan, termasuk penambahan tenaga kerja dan penguatan pengawasan,” tutup Dody.
Jadi, semua mata kini tertuju pada deadline Juni 2026. Agar fasilitas pendidikan yang dinanti itu benar-benar siap menyambut tahun ajaran baru.
Artikel Terkait
Dua Ormas Pemuda Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Terkait Ceramah Kontroversial
Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp497 Triliun, Tumbuh 7 Persen
Auditor BPKP Ungkap Kerugian Negara Rp1,5 Triliun dari Pengadaan Chromebook
Pemerintah Coret 11.014 Penerima Bansos karena Tidak Tepat Sasaran