Suasana haru masih menyelimuti kawasan Air Terjun Situmurun di Kabupaten Toba. Sejak Sabtu siang lalu, seorang mahasiswa berusia 21 tahun, Christopher Rustam, hilang tenggelam di perairan Danau Toba. Ia adalah seorang calon pastor yang sedang berlibur bersama rekan-rekannya. Hingga Minggu, korban masih belum ditemukan.
Pencarian yang dilakukan Basarnas dengan penyelam dan alat sonar AquaEye ternyata belum membuahkan hasil. Erikson Gultom, Koordinator Basarnas Danau Toba, mengonfirmasi hal ini pada Senin.
"Kronologi kejadian yang kami terima, rombongan ini awalnya berenang 4-5 orang lalu korban diperkirakan mengalami kram dan minta-minta tolong namun tidak sempat tertolong," jelas Erikson.
Menurutnya, kedalaman perairan yang mencapai 105 meter jadi kendala serius. Ditambah lagi, tak satu pun dari mereka yang mengenakan pelampung saat berenang.
Momen rekreasi itu berubah jadi tragedi. Rombongan yang terdiri dari para calon pastor itu baru saja menyelesaikan kegiatan studi di Pematangsiantar. Mereka memutuskan mampir ke Situmurun, sebuah lokasi wisata yang langsung berhadapan dengan danau vulkanik terbesar di dunia itu. Untuk melepas lelah, beberapa orang pun berenang.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Pertamina Menanggung Beban Rp60 Triliun per Bulan Akibat Harga BBM yang Ditahan
Islah Bahrawi Kritik Kebijakan Prabowo yang Dinilai Jauh dari Janji dalam Buku Paradoks Indonesia
DPR Kritik Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru PTN yang Dinilai Rugikan PTS