Realisasi investasi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 tercatat sebesar Rp497 triliun. Angka itu disampaikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, dalam sebuah rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Senin lalu.
“Realisasi pada triwulan pertama ini kami bisa capai yaitu sebesar Rp497 triliun, yang berarti tumbuh 7 persen secara tahunan,” ujar Rosan.
Kalau dilihat dari target penuh tahun ini yang mencapai Rp2.041,3 triliun, capaian triwulan pertama itu baru sekitar 24,35 persen. Memang, di tengah situasi geopolitik global yang masih panas, angka itu bisa bikin was-was. Tapi Rosan justru terlihat optimis.
Dia yakin target akhir tahun masih bisa digapai. Alasannya? Menurutnya, peluang investasi di Indonesia tetap terbuka lebar. Bahkan, yang menarik, justru banyak investor dari kawasan Timur Tengah yang aktif mendekat.
“Kami pun secara aktif juga bertemu dengan para potensial investor itu dan mereka melihat Indonesia ini menjadi lebih menarik lagi karena salah satu kekuatan kita, kita selalu bisa menjaga (pertama mereka sampaikan) peace dan stabilitas,” jelasnya.
Tak cuma dari Timur Tengah. Rosan juga menegaskan bahwa minat investor besar seperti Jepang, Korea Selatan, dan China tidak surut. Pemerintah sendiri sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan iklim investasi tetap kondusif dan bisa terus berkembang ke depan.
Di sisi lain, ada target jangka menengah yang lebih besar lagi. Pemerintah berkomitmen penuh pada angka dalam RPJMN 2025-2029, yaitu Rp13.032,8 triliun. Kalau mau mencapai target itu, artinya perlu ada lompatan investasi sekitar 143 persen dalam lima tahun dibandingkan capaian sepuluh tahun sebelumnya. Tantangan yang tidak main-main.
Namun begitu, ada kabar baik yang bisa jadi penyemangat. Realisasi investasi kuartal I ini ternyata juga berdampak positif pada lapangan kerja.
“Penyerapan tenaga kerja juga diperkirakan mencapai 627 ribu orang atau naik sekitar 5,5 persen,” kata Rosan.
Jadi, meski tantangan global menghadang, pemerintah tetap berusaha menjaga momentum. Optimisme itu ditopang oleh ketertarikan investor dan stabilitas yang jadi daya tarik utama Indonesia di mata dunia.
Artikel Terkait
Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 800 Ribu Ekor, Pasokan Capai 3,2 Juta
Juventus Gagal ke Liga Champions, CEO Konfirmasi Rencana Jual Massal Pemain
PT Dahana Catat Laba Bersih Rp509,7 Miliar di 2025, Tumbuh 1,6 Persen
PSM Makassar Kembali Kena Sanksi FIFA Akibat Tunggakan Gaji Pemain