Laporan dari KCNA, kantor berita resmi Korea Utara, mengungkapkan negara itu baru saja menyelesaikan rangkaian uji coba senjata selama tiga hari. Uji coba ini fokus pada pengembangan persenjataan berteknologi tinggi, termasuk senjata elektromagnetik dan bom serat karbon yang disebut-sebut sebagai "aset khusus".
Jenderal Kim Jong-sik, yang mengawasi tes tersebut, memang enggan merinci spesifikasi senjata baru itu. Namun, klaimnya cukup membuat waspada.
Di sisi lain, militer Korea Selatan mengaku telah mendeteksi sejumlah peluncuran rudal dari wilayah utara. Menurut pantauan Reuters, proyektil-proyektil itu melesat dengan jarak yang bervariasi, antara 240 hingga 700 kilometer.
Lalu, seperti apa wujud senjata baru yang diuji coba itu? Bom serat karbon, atau sering disebut bom blackout, didesain untuk menebarkan filamen grafit konduktif di atas jaringan listrik. Tujuannya jelas: memicu korsleting massal dan memadamkan pasokan listrik suatu wilayah.
Ada pula senjata pulsa elektromagnetik (EMP) non-nuklir. Perangkat ini fungsinya mirip, tapi sasarannya adalah sistem elektronik militer seperti radar atau avionik pesawat yang bisa langsung lumpuh.
Tak cuma itu, uji coba ini juga disebut melibatkan hulu ledak kluster baru untuk rudal balistik Hwasong-11, yang sudah punya kemampuan nuklir.
Artikel Terkait
Iran Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb Balas Blokade AS di Hormuz
KPK Tuntut Dua Eks Dirut Pertamina Kasus Korupsi LNG Senilai Rp1,7 Triliun
Persib Bandung Raih Kemenangan Dramatis dengan 10 Pemain Atas Bali United
Pemerintah Targetkan TKDN Kendaraan Listrik Minimal 60% Mulai 2027