Di tengah gejolak harga minyak global, industri otomotif China justru mencatatkan prestasi luar biasa. Ekspor kendaraan listrik dan hybrid mereka meledak pada Maret 2026. Angkanya fantastis: 349.000 unit berhasil dikirim ke luar negeri. Itu adalah rekor baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kalau dirinci, peningkatannya mencapai 140 persen dibandingkan Maret tahun lalu. Data resmi dari Asosiasi Mobil Penumpang China itu jelas menunjukkan tren yang sedang berbalik. Sementara pasar dalam negeri lesu, justru permintaan dari luar yang sedang menggila.
Lalu, apa penyebabnya? Konflik di Timur Tengah antara Iran, AS, dan Israel disebut-sebut jadi pemicu utama. Perang itu membuat harga minyak dan gas tak menentu. Alhasil, minat global terhadap mobil yang lebih hemat energi, seperti EV dan hybrid, ikut melonjak drastis. Situasi dunia yang tak menentu justru membawa angin segar bagi eksportir China.
Artikel Terkait
NASA Gandeng Swasta Genjot Misi Pendaratan Berawak di Bulan 2028
Gubernur DKI Dukung Penangkapan Ikan Sapu-sapu untuk Lindungi Ekosistem Perairan
AS dan Iran Gelar Pembicaraan Tingkat Tinggi di Islamabad untuk Akhiri Perang Enam Minggu
Dubes Iran Akui Kondisi Selat Hormuz Mirip Masa Perang, Kapal Pertamina Masih Tertahan