Di tengah hiruk-pikuk pasar minyak global yang memanas, kabar baik datang dari Pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat. Padahal, ketegangan geopolitik antara AS-Israel dan Iran sudah memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar dunia. Tapi, tampaknya skema subsidi yang ada saat ini bakal dipertahankan dulu.
Purbaya menegaskan, fokus utama pemerintah adalah menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Tujuannya jelas: melindungi daya beli masyarakat yang masih perlu dijaga.
"Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,"
Ucapnya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin lalu. Pernyataan itu sekaligus menepis kekhawatiran yang beredar.
Keyakinan pemerintah ini punya dasar. Menurutnya, stok energi dalam negeri masih aman, sebuah fakta yang juga dikonfirmasi oleh Kementerian ESDM. Meski harga minyak dunia naik-turun, secara kumulatif rata-ratanya masih di bawah batas maksimal asumsi APBN. Artinya, anggaran negara masih punya ruang untuk menahan gejolak.
Artikel Terkait
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tuding AS dan Israel Sebabkan Sepinya Lalu Lintas
Harga Telur Ayam Ras di 210 Daerah Tembus Batas Acuan Jelang Lebaran 2026
Konflik di Selat Hormuz Pangkas Produksi Minyak Irak Hingga 70 Persen
Putin Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan Rusia untuk Iran di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel