Namun begitu, situasi sebenarnya jauh lebih rumit. Poin-poin kesepakatan antara Washington dan Tehran kini tampak kabur, penuh klaim dan sangkalan dari kedua belah pihak. Iran sebelumnya mengajukan sepuluh poin tuntutan gencatan senjata, yang katanya sudah disetujui Trump. Tapi klaim itu langsung dibantah keras oleh Gedung Putih.
Dua poin yang paling mencolok dan disangkal AS adalah soal program pengayaan uranium Iran serta pengecualian Lebanon dari kesepakatan. Di sisi lain, AS punya versinya sendiri. Mereka menyebut ada kesepakatan mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang konon disetujui Iran.
Tapi Tehran membantahnya. Mereka bersikeras tak pernah menyetujui poin itu dan menegaskan kendali penuh atas selat strategis tersebut tetap di tangan mereka. Jadi, siapa sebenarnya yang melanggar? Masing-masing pihak saling tunjuk, meninggalkan dunia internasional menebak-nebak di tengah ketegangan yang belum juga mereda.
Artikel Terkait
Aturan WFH ASN Berlaku, Kantor Imigrasi Tetap Buka Penuh
Survei BI: Keyakinan Konsumen Masih Optimis Meski IKK Maret 2026 Turun Tipis
SpaceX Catat Kerugian Rp85 Triliun di Tengah Persiapan IPO
Pemprov Kalteng Terapkan Sistem Kerja Fleksibel 4 Hari Kantor, 1 Hari WFH bagi ASN