Vape bisa memicu kerusakan paru-paru akut, salah satunya kondisi yang disebut EVALI. Gejalanya? Sesak napas yang tiba-tiba, batuk terus-menerus, sampai nyeri dada. Dalam beberapa laporan, kondisi ini bahkan berujung fatal.
3. Ancaman Bagi Jantung
Nikotin punya efek langsung pada sistem kardiovaskular. Tekanan darah dan detak jantung bisa melonjak. Kalau diteruskan dalam jangka panjang, risikonya jelas: serangan jantung atau stroke lebih mudah datang.
4. Kandungan Kimia yang Mengintai
Uap yang dihasilkan vape bukan cuma uap air biasa. Di dalamnya bisa terdapat formaldehida, asetaldehida, bahkan logam berat. Paparan terus-menerus terhadap zat-zat ini berpotensi merusak sel dan memicu kanker.
5. Dampaknya pada Kesehatan Mental
Ini yang sering terlupakan. Ketergantungan nikotin erat kaitannya dengan gangguan kecemasan, stres, dan gejala depresi. Nikotin mengacaukan keseimbangan kimia di otak, yang akhirnya memperburuk kondisi mental penggunanya.
Jadi, klaim 'lebih aman' itu patut dipertanyakan. Kelima poin di atas menunjukkan bahwa vape membawa konsekuensi kesehatan yang serius, mirip bahkan dalam hal tertentu lebih berbahaya dibanding rokok konvensional. Waspadalah.
Artikel Terkait
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Ginandjar Kartasasmita: Kunci Pulihkan Rupiah Bukan Cetak Uang, Tapi Kepercayaan