Di sisi lain, Trump terlihat ingin proses ini berjalan cepat. Dalam kesempatan terpisah, dia berharap pembicaraan yang dimulai 10 April nanti bisa berlangsung singkat dan lancar. Sebuah harapan yang mungkin sulit diwujudkan, mengingat rumitnya perseteruan kedua negara.
Latar belakang pertemuan ini sendiri sebenarnya sudah disiapkan. Seperti diungkapkan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, pertemuan di Islamabad baru bisa terjadi setelah AS dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua minggu. Pakistan, dalam hal ini, mengambil peran sebagai tuan rumah yang netral.
Namun begitu, suasana tak sepenuhnya tenang. Dalam postingan media sosialnya yang sama, Trump juga menyelipkan ancaman. Dia mengancam akan melaporkan individu-individu yang dituduhnya menyebarkan laporan palsu, yang bukan bagian dari perjanjian gencatan senjata. Siapa orang-orang itu? Latar belakangnya bagaimana? Trump sama sekali tidak memberi petunjuk. Hanya ancaman yang menggantung, menambah nuansa tegang jelang perundingan yang sudah ditunggu-tunggu itu.
Artikel Terkait
Kemenperin Soroti Penurunan Produksi Kendaraan Niaga di Tengah Kebutuhan Logistik yang Meningkat
Kemenaker Diminta Efisiensi Anggaran Rp181,8 Miliar oleh Kemenkeu
Pemerintah Turunkan Biaya Haji 2026 Rp 2 Juta di Tengah Lonjakan Harga Avtur
Ledakan di Bogor Subuh Tadi Rusak Sekolah, Belajar Dialihkan ke Daring