“Ya program ini kan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit,” ujarnya. “Menjangkau desa-desa, daerah daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional.”
Soal anggaran, Dadan meluruskan. Rencana pengadaan ini bukan hal mendadak. Sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025 lalu. Saat itu, targetnya memang cukup besar: 24.400 unit motor listrik.
Realitas di lapangan? Tidak sepenuhnya sesuai target. “Dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an,” tuturnya. Angka itu, tegas Dadan, sudah tercakup dalam anggaran 2025.
Jadi, narasinya jelas. Motor listrik ini bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk memastikan bantuan gizi benar-benar sampai ke pelosok. Di tempat di mana jalan aspal mungkin belum ada, dan medan hanya bisa ditaklukkan dengan kendaraan roda dua.
Artikel Terkait
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional
SKK Migas Targetkan Dua Pabrik LPG Baru Beroperasi April Ini
Pemerintah Bentuk Satgas dan Skema Pembelian untuk Berantas Pengeboran Minyak Ilegal
Kemenhub Siapkan Insentif dan Disinsentif untuk Kejar Target Zero Truk ODOL 2027