Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global

- Kamis, 09 April 2026 | 03:30 WIB
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global

Suasana politik dalam negeri kembali memanas, dan kali ini suara kritik datang dari mantan Kepala Kantor Kepresidenan, Hasan Nasbi. Ia dengan tegas menyatakan bahwa berbagai pernyataan provokatif yang dilontarkan sejumlah tokoh terhadap pemerintah sama sekali tidak tepat. Apalagi, kondisi saat ini sedang tidak mudah.

Menurut Hasan, pemerintah tengah berhadapan dengan dinamika global yang sangat kompleks. Ekonomi dunia kacau balau, keamanan internasional juga lagi tidak baik-baik saja. Ditambah cuaca panas dan berbagai pertengkaran di luar negeri.

"Ketika situasi ekonomi dunia kacau balau, situasi keamanan dunia juga sedang tidak baik-baik saja, cuaca panas di luar, ada banyak pertengkaran di luar negeri," ujarnya pada Minggu (5/4).

Di tengah situasi seperti itu, yang dibutuhkan justru persatuan. Dengan bersatu, bangsa Indonesia punya peluang lebih besar untuk mengatasi berbagai tantangan yang datang dari luar. Namun begitu, yang terjadi malah sebaliknya.

Hasan Nasbi menyoroti dengan prihatin berbagai pernyataan provokatif yang justru datang dari dalam negeri sendiri. Ia secara khusus menyebut oknum pimpinan lembaga survei yang diduga ingin memanas-manasi suasana.

"Di dalam negeri, orang-orang yang mengaku pejuang demokrasi ini juga memanas-manasi suasana," katanya.

Miris. Itulah yang dirasakannya. Dia menuding ada upaya untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah, tapi tidak melalui proses demokrasi. Motifnya sederhana: semata karena petahana bukan pihak yang didukungnya dalam Pemilu 2024 lalu.

"Mereka itu mengakunya pejuang demokrasi, tetapi enggak pernah mau paham apa esensi demokrasi," tegas Hasan.

Pernyataannya jelas: di saat dunia sedang tidak ramah, berpecah belah di dalam negeri adalah langkah yang sangat keliru.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar