Mensos Gus Ipul Uji Coba Mobil Listrik Hasil Undian Tak Terklaim untuk Operasional

- Rabu, 08 April 2026 | 21:30 WIB
Mensos Gus Ipul Uji Coba Mobil Listrik Hasil Undian Tak Terklaim untuk Operasional

Rabu pagi (8/4/2026) di Istana Negara, suasana sedikit berbeda. Saat menghadiri taklimat Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tiba dengan kendaraan yang tak biasa: sebuah mobil listrik. Ia datang bersama Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, yang juga menggunakan kendaraan serupa.

“Lagi uji coba sama Pak Wamen untuk menggunakan mobil listrik Sekolah Rakyat hari ini,” ujar Gus Ipul kepada para wartawan yang menunggu di kompleks istana. Rupanya, ini masih masa percobaan.

Lalu, dari mana asal mobil-mobil itu? Menurut Gus Ipul, kedua unit tersebut merupakan bagian dari operasional Sekolah Rakyat. Uniknya, mobil-mobil listrik ini berasal dari hasil undian yang entah mengapa tidak pernah diklaim oleh masyarakat yang menang.

“Ini mobil hasil undian tidak tertebak,” katanya sambil menjelaskan lebih lanjut.

Memang, aturan sudah jelas. Berdasarkan Permensos Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Undian Gratis Berhadiah, hadiah yang tak diambil oleh pemenangnya wajib diserahkan ke Kementerian Sosial. “Jadi kalau ada undian-undian yang dilakukan oleh banyak lembaga, jika tidak diambil oleh pemenangnya, itu biasanya diserahkan ke Kementerian Sosial,” jelas Gus Ipul.

Nah, soal penanganan hadiah-hadiah ‘telantar’ itu, ada dua jalur. Sebagian akan dilelang melalui Kementerian Keuangan. Sebagian lagi, ya dipakai sendiri untuk kepentingan operasional kementerian.

“Ada yang kita lelang lewat Kementerian Keuangan, ada yang kita gunakan sendiri untuk operasional. Nah ada dua mobil ini yang saya gunakan dengan Pak Wamen ini, yang diantaranya kita gunakan untuk operasional,” tuturnya.

Di sisi lain, Gus Ipul melihat momen ini bukan sekadar soal memanfaatkan aset. Ia berharap penggunaan mobil listrik bisa memulai transformasi budaya kerja baru di lingkungannya lebih hemat energi dan tentu saja, lebih ramah lingkungan.

“Insyaallah selama di dalam kota, insyaallah kita akan gunakan ini. Saya sama Pak Wamen akan gunakan ini seterusnya,” tekadnya.

Namun begitu, rencana yang lebih besar masih digodok. Pihak Kemensos masih mengkaji kemungkinan menggunakan mobil listrik serupa untuk operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Pertimbangannya praktis: apakah ekosistem pendukungnya, seperti stasiun pengisian daya, sudah memadai?

“Kita masih lagi menghitung apakah ada ekosistem yang mendukung penggunaan mobil listrik di sekolah-sekolah rakyat itu,” kata Gus Ipul.

Kemungkinannya, untuk kota-kota besar mungkin bisa. Tapi untuk daerah terpencil? Masih harus realistis. “Jika memungkinkan mungkin untuk yang di kota-kota besar bisa kita kirimkan atau pengadaan mobil listrik. Tapi untuk di daerah-daerah yang mungkin di remote area ya kita tentu masih menggunakan mobil konvensional. Tapi ini bagian dari transformasi,” pungkasnya.

Langkah kecil hari ini, barangkali, adalah awal dari sebuah pergeseran yang lebih besar.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar