Untuk tahap awal, Dermaga 1 akan ditambah sekitar 92 meter. Nantinya, dermaga ini akan difokuskan untuk melayani kapal curah cair. Sedangkan Dermaga 2 rencananya bakal dikembangkan jadi dermaga serba guna. Dengan tambahan panjang sekitar 60 meter, dermaga ini diharapkan bisa menampung penumpang, barang umum, hingga curah kering.
Namun begitu, upaya ini bukan cuma tentang satu pelabuhan. Pemerintah punya visi yang lebih luas. Di sisi lain, Kemenhub juga mendorong pengembangan titik-titik lain di Bali, seperti Sangsit, Amed, dan Gunaksa. Tujuannya jelas: menciptakan sistem penyeberangan yang lebih terdistribusi, mirip dengan pola yang sudah berjalan di lintas Merak-Bakauheni. Dengan begitu, tekanan ke Gilimanuk dan Ketapang bisa berkurang signifikan.
Sementara untuk solusi jangka pendek, pemerintah tak tinggal diam. Penataan di Pelabuhan Ketapang akan segera dilakukan, termasuk menambah dermaga. Opsi membuka pelabuhan alternatif di sekitar wilayah Gilimanuk juga sedang dikaji. Langkah-langkah ini diharapkan bisa segera meredakan kepadatan, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.
Jadi, mulai dari percepatan proyek fisik hingga kajian pembukaan titik baru, semuanya digeber. Harapannya, arus mudik dan pariwisata di Bali bisa lebih lancar, tanpa lagi dibayangi antrean panjang yang melelahkan.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur
Presiden Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Jamin Pasokan Minyak