Lokasi itu memang krusial. Selat Hormuz adalah jalur air vital yang menghubungkan Teluk Persia ke Laut Arab. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintas di sana. Blokade sebagian yang dilakukan Iran sebelumnya sempat mengacaukan perdagangan global, mendongkrak harga minyak, dan memicu kelangkaan bahan bakar di berbagai negara.
Nah, negosiasi sendiri berjalan cukup alot. AS disebut telah menerima proposal 10 poin dari Iran. Mereka percaya dokumen itu bisa jadi landasan yang cukup baik untuk berunding. Bahkan, kedua belah pihak dikabarkan telah menyepakati hampir semua poin perselisihan. Periode dua minggu ini diharapkan bisa menjadi momen untuk menyelesaikan dan mewujudkan kesepakatan final.
“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, angkatan bersenjata kita yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” tulis seorang pejabat Iran dalam sebuah unggahan di platform X.
Pernyataan serupa datang dari diplomat Iran, Araghchi. Ia menjelaskan bahwa jalur aman melalui Selat Hormuz bisa terwujud dengan koordinasi bersama Angkatan Bersenjata Iran. Keputusan ini, katanya, diambil setelah Trump menerima kerangka umum proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi. Sebuah perkembangan yang cukup signifikan, meski jalan menuju perdamaian tetap terlihat berliku.
Artikel Terkait
JK Desak Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli untuk Hentikan Perpecahan
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Australia Perebutkan Puncak Klasemen Grup B Piala AFF 2026
China dan Rusia Veto Resolusi PBB Soal Keamanan Selat Hormuz, Sebut Bias terhadap Iran
Kemnaker Beri Insentif bagi Perusahaan yang Fasilitasi Sertifikasi Peserta Magang