tambahnya.
Gagasan rasionalisasi jumlah BUMN ini sendiri sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Beliau menekankan, restrukturisasi bukan cuma soal efisiensi, tapi juga menyangkut daya saing global.
Prabowo punya alasan untuk percaya. Sebelumnya, pemerintah telah membentuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Dan dalam tahun pertamanya, badan itu disebut-sebut berhasil mencetak return on asset (ROA) fantastis, mencapai 300 persen.
kata Prabowo dalam sebuah kesempatan.
Nah, sekarang tinggal menunggu. Apakah percepatan satu bulan untuk merger 15 BUMN logistik ini bisa terealisasi mulus? Semua mata tertuju pada proses yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
Cara Cek dan Rincian Besaran Bansos Online 2026 untuk Berbagai Kelompok
Gubernur DKI Terapkan WFH Jumat dengan Pengawasan Ketat dan Aturan Khusus
KPK Kaji Ulang Dokumen, Panggilan Lanjutan untuk Ridwan Kamil Masih Tunggu Kepastian
Amar Bank Catat Laba Tertinggi Rp249,6 Miliar di 2025, Kredit Tumbuh 35,7%