Suasana di sekitar konsulat Israel di Istanbul mendadak berubah mencekam. Seorang pria bersenjata api terlibat baku tembak dengan polisi. Dari insiden itu, sang pelaku tewas di tempat. Dua petugas kepolisian yang bertugas dilaporkan mengalami luka-luka, untungnya masih dalam kategori ringan.
Gubernur Istanbul, Davut Gul, sudah mengonfirmasi kematian pria bersenjata itu. Namun, motif di balik aksinya masih jadi tanda tanya. Apakah konsulat Israel memang jadi sasaran? Sampai saat ini, jawabannya belum jelas betul.
Menurut sejumlah saksi yang mengetahui situasi, tidak ada diplomat Israel yang berada di wilayah Turki saat kejadian. Informasi ini sedikit meredakan kekhawatiran, meski insidennya sendiri tetap serius.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, langsung angkat bicara. Ia dengan tegas mengutuk serangan ini.
"Kami tidak akan membiarkan... provokasi merusak iklim keamanan Turki," ujar Erdogan dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung lewat televisi.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Teheran Hancurkan Sinagoge Bersejarah dan Kampus Bergengsi
Survei: Program Pemerintah Dinilai Tepat Sasaran, Kepuasan Mudik Lebaran 2026 Melonjak
Serangan Udara di Basra Tewaskan Tiga Warga Sipil
Polisi Amankan Pria dan Sita Obat Keras dari Toko Obat di Penjaringan