Senin lalu, suasana di Integrated Terminal Jakarta terlihat berbeda. Ada rombongan khusus yang datang untuk meninjau langsung operasional terminal yang jadi urat nadi distribusi energi di Ibu Kota. Mereka adalah para Komisaris Independen dan jajaran direksi PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, yang sedang melaksanakan Management Walkthrough atau MWT.
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Intinya, mereka ingin memastikan sendiri kesiapan sarana dan fasilitas di lapangan. Apakah infrastruktur yang ada sudah benar-benar siap mendukung distribusi energi ke masyarakat? Itu pertanyaan besar yang ingin dijawab dengan melihat langsung.
Hadir dalam kesempatan itu sejumlah nama penting. Mulai dari Komisaris Independen Prabunindya Revta Revolusi, Wakil Direktur Utama Taufik Aditiyawarman, Direktur Infrastruktur Setyo Pitoyo, hingga General Head Operation Regional JBB Zaenal Agus Syukur. Mereka berkeliling, mengecek, dan berdialog dengan staf di lokasi.
Taufik Aditiyawarman, sang Wakil Direktur Utama, menekankan satu hal: infrastruktur adalah kunci.
“Peninjauan ini menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur distribusi guna memastikan penyaluran energi berjalan lebih cepat, aman, dan andal. Kami juga mendukung penuh pembangunan infrastruktur di IT Jakarta untuk memperkuat keandalan distribusi energi kepada masyarakat,” ujar Taufik.
Di sisi lain, Prabunindya Revta Revolusi, atau yang akrab disapa Prabu, menyoroti peran strategis terminal ini. Menurutnya, IT Jakarta punya tanggung jawab besar.
“Melalui kesempatan ini, kami melakukan koordinasi dengan seluruh fungsi di Integrated Terminal Jakarta (ITJ), mengingat terminal ini berperan penting dalam mendistribusikan sekitar 30% pasokan energi kepada masyarakat. Karena itu, kami memastikan aspek distribusi, penyimpanan, dan keandalan operasional terus diperkuat guna mendukung ketahanan energi nasional ke depan,” jelas Prabu.
Lalu, bagaimana dengan kondisi pasokan saat ini? Zaenal Agus Syukur, yang memegang kendali operasi di wilayah JBB, memberikan penjelasan yang cukup menenangkan.
“Ketersediaan BBM, khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat, saat ini tetap terjaga. Kami terus memastikan distribusi energi berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Namun begitu, Zaenal juga menyelipkan imbauan. Ia meminta masyarakat tidak perlu resah dan melakukan panic buying. Semua, kata dia, sedang dikelola dengan baik.
“Kami menghimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi serta tetap tenang dengan tidak melakukan panic buying, karena pasokan BBM akan terus kami jaga,” pungkas Zaenal.
Kunjungan itu pun berakhir. Pesannya jelas: komitmen untuk menjaga ketahanan energi terus diupayakan, dimulai dari mengecek langsung kondisi di lapangan.
Artikel Terkait
AS Kembali Serang Lokasi Militer di Iran di Tengah Negosiasi Damai yang Mandek
Trump Desak Negara Timur Tengah Bergabung dengan Abraham Accords di Tengah Negosiasi Perang Iran
Anang Hermansyah Diapresiasi karena Sikap Dewasa terhadap Kris Dayanti, Warganet Soroti Kontras dengan Ahmad Dhani-Maia Estianty
Bitcoin Ambrol ke Bawah 75 Ribu Dolar AS, Tertekan Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran dan Arus Keluar Dana Institusional