Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, sedang bersiap mencatat sejarah baru. Laba operasional mereka untuk kuartal pertama 2026 diproyeksikan meledak, bahkan berpotensi mengalahkan total keuntungan yang mereka raup sepanjang tahun 2025 lalu. Bayangkan saja, angka yang beredar mencapai 57,2 triliun won, atau setara dengan Rp650 triliun.
Lonjakan fantastis ini, seperti dilaporkan Reuters, tak lepas dari demam kecerdasan buatan (AI) yang masih membara. Samsung, sebagai produsen chip memori terbesar di dunia, jelas jadi salah satu pemain yang paling diuntungkan. Harga chip, terutama untuk memori DRAM, meroket hampir dua kali lipat karena permintaan dari pusat data AI yang begitu besar.
“Karena pelanggan mengantisipasi kenaikan lebih lanjut, harga aktual menjadi lebih tinggi, sehingga melampaui perkiraan,” ujar Kim Sunwoo, Analis Senior di Meritz Securities.
Angka proyeksi kuartal I-2026 itu sungguh mencengangkan. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kenaikannya lebih dari delapan kali lipat. Bahkan, ini tiga kali lebih tinggi dari rekor laba kuartalan Samsung sendiri yang baru saja dicetak di akhir 2025.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Terapkan WFH Jumat dengan Pengawasan Ketat dan Aturan Khusus
KPK Kaji Ulang Dokumen, Panggilan Lanjutan untuk Ridwan Kamil Masih Tunggu Kepastian
BPUD Geber Konsolidasi 15 BUMN Logistik, Target Rampung dalam Sebulan
Amar Bank Catat Laba Tertinggi Rp249,6 Miliar di 2025, Kredit Tumbuh 35,7%