Dampak karhutla memang jauh lebih luas dari sekadar kerusakan lingkungan. Asap tebal, gangguan kesehatan, hingga kerugian ekonomi langsung dirasakan masyarakat. Itulah mengapa upaya pencegahan jadi kunci. Edukasi publik dan pengawasan lapangan yang ketat harus digencarkan.
Menurut Menhut, koordinasi yang solid antara pusat dan daerah selama ini patut diacungi jempol. Kolaborasi itu yang membuat angka karhutla bisa ditekan dari tahun ke tahun.
"Kita berharap tahun ini juga bisa ditekan secara bersama-sama," harapnya.
Dalam forum yang sama, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani sepakat. Pemerintah kini memang menggeser fokus ke tindakan pencegahan, bukan lagi sekadar penanggulangan.
"Kalau dulu kuratif, sekarang jadi preventif," kata Teuku.
"Kami sangat mendukung Pak Menhut mencoba untuk mengoordinasi agar kita semua dapat bekerja dalam satu derap langkah yang sama," pungkasnya.
Jadi, semua mata kini tertuju pada langkah antisipasi. Cuaca yang tak menentu jadi pengingat: ancaman itu nyata dan sudah di depan mata.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia