Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Penghancuran dalam Satu Malam

- Selasa, 07 April 2026 | 11:31 WIB
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Penghancuran dalam Satu Malam

Ini agak kontras dengan pernyataan Trump sebelumnya yang menyebut pembicaraan dengan Teheran "produktif".

Semua ketegangan ini berakar dari sebuah peristiwa pada akhir Februari 2026. Saat itu, serangan gabungan AS dan Israel mengguncang Iran. Korban sipil berjatuhan, dan yang mengejutkan, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dilaporkan menjadi salah satu korbannya. Iran tidak tinggal diam. Balasan datang bertubi-tubi: wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah menjadi sasaran.

Tapi langkah paling strategis justru yang terakhir. Iran mengambil alih kendali penuh atas Selat Hormuz. Bayangkan, selat sempit itu adalah urat nadi energi global sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia melewatinya. Dengan menutupnya, Iran memegang kartu truf yang sangat kuat di tengah meja perundingan yang panas.

Sekarang, semua mata tertuju pada tanggal 7 April yang sudah lewat itu. Ultimatum telah diucapkan, ancaman digantungkan. Apa yang terjadi selanjutnya, entah eskalasi atau jalan mundur, masih menjadi tanda tanya besar.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar