Yang menarik, di balik pernyataannya yang meremehkan, Trump kali ini mengakui ketangguhan Iran. Dia menyebut pasukan Iran sebagai pejuang yang tangkas dan sangat sulit dihadapi. Pengakuan ini terasa kontras dengan nada-nada sebelumnya yang sering merendahkan kemampuan militer Teheran.
Konflik yang pecah sejak 28 Februari ini memang belum ada ujungnya. Target AS dan sekutunya, Israel, untuk melumpuhkan program rudal Iran, sejauh ini belum tercapai. Operasi militer terus berlanjut, tapi tanda-tanda de-eskalasi belum tampak.
Di lapangan, klaim Trump soal melemahnya Iran justru diragukan banyak pengamat. Faktanya, dalam beberapa pekan terakhir, serangan balasan Iran dinilai makin intens dan mematikan. Mereka menunjukkan gigi yang masih sangat tajam, membuat pasukan AS dan sekutunya terus waspada.
Jadi, apakah ini sekadar keberuntungan? Atau pertanda bahwa perang ini akan lebih panjang dan berdarah dari yang diperkirakan? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Indonesia Catat Lebih dari Satu Juta Kasus TB Setiap Tahun, Pemerintah Percepat Eliminasi
Menteri Perindustrian: Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Menteri Keuangan Usung Rencana Ambil Alih PNM untuk Hemat Subsidi KUR Rp40 Triliun per Tahun
Pengemudi Taksi Online Positif Sabu Jadi Tersangka Pelecehan Seksual Penumpang