PDIP Jatim Gelar Santunan untuk 550 Anak Yatim dan Janda di Momen Nuzulul Quran

- Kamis, 05 Maret 2026 | 22:35 WIB
PDIP Jatim Gelar Santunan untuk 550 Anak Yatim dan Janda di Momen Nuzulul Quran

Di tengah suasana Ramadan, DPD PDIP Jawa Timur punya agenda rutin. Mereka menggelar acara peringatan Nuzulul Quran, tapi dengan cara yang khas: mengundang ratusan anak yatim dan janda dari kalangan duafa untuk menerima santunan. Tahun ini, tak kurang dari 500 anak yatim dan 50 janda hadir dalam acara tersebut.

Menurut Said Abdullah, Ketua DPD PDIP Jatim, kegiatan semacam ini sudah jadi tradisi partainya. Dilakukan setiap Ramadan, khususnya saat Nuzulul Quran.

"Marilah doakan bersama agar DPD PDIP Jatim bisa melaksanakan ini setiap tahun sekali di setiap peringatan Nuzulul Quran," ujarnya.

Dia melanjutkan, "Setidak-tidaknya, Wa Insyaallah, dalam kesempatan apa pun, dalam agama apa pun, kami akan selalu menempatkan ibu-ibu janda dan anak yatim di tempat terhormat bagi PDI Perjuangan."

Bagi Said, ini bukan sekadar acara seremonial. Ini soal identitas. PDIP selalu ingin dikenal sebagai partai yang dekat dengan wong cilik, dan merayakan momen suci bersama mereka yang sering terabaikan adalah wujud nyatanya.

"Itu kami lakukan karena ideologi kami, kecintaan kami," bebernya. "Kecintaan partai kami sebagai partai wong cilik, PDIP bersama wong cilik. Barokah itu yang ingin kami dapatkan bersama Ibu para janda dan anak yatim, insya Allah barokah itu kami dapatkan."

Harapannya sih sederhana: agar partainya tetap konsisten membantu masyarakat kecil. Tidak cuma lewat santunan, tapi juga lewat kebijakan yang berpihak.

"Mudah-mudahan juga ini bukan Ramadan terakhir bagi kita semua," harap Said. "Insya Allah kita akan bertemu di bulan Ramadan tahun depan. Kita saling mendoakan panjang umur, umur barokah, dan umur yang dirahmati Allah SWT."

Ngomong-ngomong soal bantuan, aksi PDIP Jatim ternyata sudah dimulai sejak awal Maret. Said mengklaim pihaknya telah membagikan ratusan ribu paket sembako ke berbagai penjuru Jawa Timur.

"Dan di Jawa Timur mulai 1 Maret kemarin sudah disebar 360 ribu paket sembako, ada beras, ada minyak goreng, ada gula," jelasnya. "Bahwa Jawa Timur banyak (penduduknya), kemampuan kami yang penting di internal kami bisa bergotong royong."

Lepas dari urusan santunan, Said juga menyoroti isu global yang panas.

Yaitu konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di Timur Tengah. Suaranya terdengar prihatin.

"Sungguh kami sangat menyesalkan konflik itu terjadi," kata Said. "Kami tidak berharap konflik ini akan mendera, akan membebani Timur Tengah sekitarnya dan akhirnya juga sampai ke kami, jangan sampai itu terjadi."

Dia bahkan menyatakan duka atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Baginya, Khamenei adalah saudara sesama muslim dan manusia.

"Kami ikut berduka cita atas meninggalnya Khamenei karena bagaimanapun dia adalah saudara kami, saudara seagama, saudara sekemanusiaan," katanya.

Harapannya jelas: perang harus segera diakhiri. Menurut Said, perang cuma menghasilkan korban, bukan pemenang.

"Dan kami berharap sudahlah akhiri semua ini. Tidak ada perang itu di manapun yang akan membawa keuntungan bagi siapapun, selain membunuh kemanusiaan kita," tegasnya.

Lalu, dengan nada yang lebih personal, Said mempertanyakan peran Donald Trump dan Israel. "Saya tidak mengerti kenapa bara itu ditimpakan oleh Trump dan Israel di Timur Tengah?"

"Kenapa Trump menjepit negara-negara teluk dengan menggandeng Israel, kan posisinya susah. Negara teluk susah, membela Israel akan dikecam rakyatnya dan dunia internasional, sementara membela Iran dia juga akan digebukin Amerika."

Dan dia menutup dengan komentar yang cukup spontan, mengutip apa yang dilihatnya di media sosial. "Saya lihat di TikTok, Trump tidak layak jadi presiden kata ibunya, kata ibunya ya di TikTok," pungkas Said.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar