Gara-gara kejadian ini, Om Once tak main-main. Ia sudah melaporkan dugaan kelalaian administratif tersebut ke Polres Bima Kota untuk diusut secara hukum.
Di sisi lain, Wali Kota Rahman H Abidi mengapresiasi sikap tegas para orang tua. Ia berjanji pemerintah daerah tak akan diam. Investigasi menyeluruh segera diluncurkan untuk mengungkap akar masalah ini.
Langkah konkret pun disiapkan. Dinas Dikpora Kota Bima akan berkoordinasi dengan Kemendikbudristek di Jakarta. Tujuannya, meminta pembukaan kunci sistem Dapodik secara khusus. Sementara itu, Inspektorat daerah akan dikerahkan untuk memeriksa peran operator dan kepala sekolah yang terlibat.
Kasus ini, mau tak mau, adalah tamparan keras. Dapodik yang seharusnya menjadi jantung administrasi pendidikan nasional, ternyata rentan. Sebuah kesalahan teknis atau kelalaian pengawasan bisa dengan mudah mengorbankan masa depan anak-anak dan mencoreng integritas sebuah institusi pendidikan.
Artikel Terkait
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Ronaldo Diduga Ucapkan Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Tuai Sorotan
Lurah Kalisari Minta Maaf, Petugas Diberi Sanksi Usai Unggah Foto AI untuk Laporan Parkir Liar
Libur Panjang Paskah 2026: 340 Ribu Penumpang Padati Kereta Jarak Jauh di Daop 1 Jakarta