Supplier MBG di Kendal Ngamuk, Tagihan Rp141 Juta Tak Kunjung Dibayar
Suasana tegang sempat menyelimuti kantor dapur SPPG di Desa Protomulyo, Kendal, Senin (6/4/2026) pagi tadi. Sejumlah supplier bahan makanan datang beramai-ramai, menuntut pembayaran yang sudah menunggak sejak awal tahun. Rupanya, meski pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap jalan, urusan bayar-membayar justru macet total.
Faiqhudin, salah satu pemasok susu kemasan, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Tagihannya menumpuk hingga Rp141 juta. Menurut dia, pihak koperasi yang mengelola pembayaran selalu berkelit setiap kali ditegur.
keluhnya di lokasi kejadian.
Nasib serupa rupanya dialami banyak pemasok lain. Supplier daging ayam dan bahan pokok lainnya juga mengeluhkan kerugian yang mencapai puluhan juta rupiah per orang. Situasi ini jelas memukul usaha mereka yang notabene juga butuh cash flow lancar.
Lalu, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab? Dapur SPPG Protomulyo ini dikelola Yayasan Rodhotul Munawaroh Salsabila. Namun, untuk urusan belanja dan bayar supplier, wewenangnya diserahkan sepenuhnya ke Koperasi Mrakyat.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Akui Desain Coretax yang Sulit Picu Maraknya Joki Pajak
Ronaldo Diduga Ucapkan Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Tuai Sorotan
Lurah Kalisari Minta Maaf, Petugas Diberi Sanksi Usai Unggah Foto AI untuk Laporan Parkir Liar
Libur Panjang Paskah 2026: 340 Ribu Penumpang Padati Kereta Jarak Jauh di Daop 1 Jakarta