Wali Kota Bima Turun Tangan Mediasi Polemik Dapodik Siswa Kelas VI

- Senin, 06 April 2026 | 23:40 WIB
Wali Kota Bima Turun Tangan Mediasi Polemik Dapodik Siswa Kelas VI

Wali Kota Bima, Rahman H Abidi, akhirnya turun tangan. Ia memediasi langsung polemik administrasi yang menjerat enam siswa kelas VI di SDN 19 Rabangodu Utara, termasuk putra dari Dandim setempat. Kasusnya? Mereka gagal mendaftar Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 karena namanya tak muncul di sistem Dapodik.

Mediasi darurat itu digelar Senin pagi (6/4/2026) di ruang LPBJ Kantor Wali Kota. Suasana tegang. Di ruang tertutup itu duduk para orang tua siswa yang geram, perwakilan Dinas Dikpora, serta kepala sekolah lama dan baru plus operatornya. Semua mencari titik terang.

Letkol Samuel Limbongan, sang Dandim 1608/Bima, tak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut anaknya adalah siswa pindahan dari Kota Malang dengan dokumen yang sah dan lengkap.

Ia menduga ada ketidakberesan yang sistemik. Akibatnya, hak dasar anaknya untuk ujian pada 20 April mendatang terancam. Cuma karena kecerobohan oknum.

Tapi, kisah dari orang tua satu ini lebih mencengangkan lagi. AIPTU Muh. Syamsul Hardi, atau Om Once, justru mengungkap fakta yang sulit dipercaya. Anaknya sudah bersekolah di SDN 19 itu sejak kelas 1.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar