Hamdani, Plt EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menyebut proyek ini adalah wujud nyata dari government preneurship. Artinya, BUMN terjun langsung menjawab kebutuhan infrastruktur sosial.
“Hutama Karya berkomitmen penuh menjadi mitra strategis pemerintah. Menindaklanjuti instruksi Presiden, kami akan melakukan akselerasi pengerjaan agar pembangunan hunian di Senen ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam waktu singkat," tegas Hamdani.
Targetnya ambisius. Proyek hunian ini ditargetkan tuntas seluruhnya pada 15 Juni 2026.
"Kami menargetkan proyek hunian ini dapat rampung sepenuhnya pada 15 Juni mendatang sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas hidup warga sesuai Instruksi Presiden melalui Danantara,” tambahnya.
Kolaborasinya cukup luas, melibatkan BP BUMN, Kementerian PKP, Danantara, BPS, hingga Pemda DKI Jakarta. Intinya, proyek bersama BUMN Karya lainnya ini diharapkan jadi solusi konkret: menghadirkan hunian tertata dan terjangkau di tengah kota, sekaligus mengatasi backlog kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Nah, dalam waktu dekat ini, pemerintah bersama BUMN akan merampungkan pemetaan aset dan tahapan pelaksanaannya. Tujuannya satu: agar program ini bisa segera jalan, terarah, dan transparan.
Artikel Terkait
Foxconn Catat Lonjakan Pendapatan 30% Didorong AI, tapi Waspadai Ancaman Geopolitik
Razia Truk 2026: 26 Persen Kendaraan Barang Masih Langgar Aturan, Target Zero ODOL 2027 Terancam
Lebih dari 10,7 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan 2025
Harga Solar di Kamboja Melonjak 110% Akibat Konflik Timur Tengah