Puluhan Siswa Jakarta Timur Keracunan Diduga dari Spageti Program Makan Bergizi Gratis

- Senin, 06 April 2026 | 10:45 WIB
Puluhan Siswa Jakarta Timur Keracunan Diduga dari Spageti Program Makan Bergizi Gratis

Kejadian keracunan yang menimpa puluhan siswa di Jakarta Timur akhirnya mulai mereda. Kabar baiknya, sebagian besar dari 72 siswa yang sempat dirawat itu kini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Mereka diduga keracunan usai menyantap spageti yang disediakan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi perkembangan ini. Meski begitu, dia mengaku belum mendapat laporan detail dari jajarannya.

"Hampir semua siswa itu sudah dipulangkan, hampir semua sebagian besar," ujar Pramono di sela acara Groundbreaking Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

"Tapi pagi ini saya belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan maupun Kepala Dinas Pendidikan," tambahnya.

Informasi awal soal spageti sebagai pemicu, menurut Pramono, didapatnya langsung dari para siswa saat ia berkunjung ke rumah sakit. "Waktu itu ketika berdialog dengan saya, mereka mengatakan bahwa kemungkinan besar ini dari spageti," jelasnya.

Namun begitu, untuk penjelasan yang lebih rinci dan teknis, Pramono menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Insiden ini sendiri pertama kali terjadi pada Kamis (2/4/2026). Korban berasal dari beberapa sekolah, yakni SMAN 91 Jakarta, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09. Suasana mencekam sempat menyelimuti lokasi kejadian.

Menanggapi hal ini, BGN pun telah angkat bicara. Melalui Wakil Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mereka menyampaikan permohonan maaf.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," kata Nanik dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Langkah tak cuma sampai di situ. Sebagai bentuk tanggung jawab, BGN langsung menghentikan operasional dapur MBG di lokasi kejadian, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit.

Penangguhan operasi itu berlaku tanpa batas waktu. Alasannya, kondisi dapur tersebut dinilai belum memenuhi standar.

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tegas Nanik.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar