"Nah kalau meningkat terus maka utang naik terus," tambahnya.
JK tak menampik bahwa kebijakan menahan harga di tengai krisis terlihat populer dan baik di awal. Namun begitu, dampaknya hanya sementara. Yang terjadi kemudian, utang negara bisa menumpuk diam-diam karena harus menanggung beban subsidi yang besar.
Tentu saja, langkah mengurangi subsidi adalah langkah yang sensitif. JK paham betul ini bisa memicu gelombang protes. Tapi pengalamannya selama dua dekade memberi keyakinan lain.
"Pengalaman saya 20 tahun memang kalau dijelaskan kepada rakyat dengan baik, rakyat akan menerima. 2005, 2014, tidak ada demo karena kita jelaskan dengan baik. Apalagi ini masalah eksternal," tuturnya.
Pesan intinya sederhana: komunikasi yang jujur dan transparan dari pemerintah adalah kunci untuk meredam gejolak. Rakyat, menurutnya, akan mengerti jika situasinya diterangkan dengan jelas.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Akui Validasi Pengaduan JAKI Pakai Foto AI, Kelurahan Ditegur
Ekspor Tempe Senilai Rp2,1 Miliar ke Chile Jadi Pintu Masuk Pasar Amerika Latin
Iran Klaim Tembak Jatuh Helikopter dan Pesawat AS, Washington Bantah
Ahli Serukan Penggunaan BBM Bijak sebagai Tanggapan Krisis Geopolitik dan Iklim