"Tapi ini hanyalah sebuah rumor... FIFA juga sedang mengawasi bagaimana agar hype turnamen tersebut tidak turun!"
Akun itu menutup pernyataannya dengan nada hati-hati. Memang, wacana seperti ini pasti menuai pro dan kontra. Kekhawatiran terbesar tentu soal beban fisik pemain dan bagaimana reaksi klub-klub profesional nantinya.
Di sisi lain, bagi Timnas Indonesia, rumor penambahan kuota ini jelas seperti musik di telinga. Setelah gagal menembus Piala Dunia 2026, harapan baru ditanamkan Herdman. Ambisinya jelas: membawa Indonesia lolos pada 2030.
Perjalanan kualifikasi sebelumnya terhenti di putaran keempat. Kini, dengan tangan dingin Herdman, optimisme itu tumbuh kembali. Apalagi jika kursi peserta bertambah banyak, peluang itu terasa jauh lebih nyata.
Gairah suporter menjadi bahan bakar utamanya. Usai gelaran FIFA Series Maret lalu, Herdman dengan lantang berkomitmen.
"Gairah kalian adalah gairah kami. Misi kalian adalah misi kami. Kami akan lolos, kami akan lolos ke 2030. Kalian harus tetap bersama kami, kita berjuang bersama sebagai satu keluarga,"
Ucapnya penuh keyakinan. Sekarang, semua mata tertuju pada langkah FIFA selanjutnya. Akankah Piala Dunia benar-benar bertransformasi menjadi ajang dengan 64 peserta? Jawabannya masih menggantung. Tapi satu hal pasti: harapan itu kini menyala lebih terang.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh Helikopter dan Pesawat AS, Washington Bantah
Ahli Serukan Penggunaan BBM Bijak sebagai Tanggapan Krisis Geopolitik dan Iklim
Libur Paskah Dongkrak Omzet Sewa Sepeda Ontel di Kota Tua Jakarta
Industri Plastik Berinovasi Cari Formula Baru Imbas Gangguan Pasokan Global