KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel

- Minggu, 05 April 2026 | 22:50 WIB
KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel

Kereta Api Siliwangi yang seharusnya melaju dari Cianjur ke Sukabumi malam ini, terpaksa menghentikan perjalanannya. Penyebabnya? Banjir. Hujan deras yang mengguyur Cianjur sejak sore hari membuat rel di petak Cianjur-Cibeber terendam, tepatnya di sekitar KM 87.

Kuswardojo, Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, mengonfirmasi kejadian ini. Menurutnya, KA Siliwangi yang dijadwalkan berangkat pukul 20.19 WIB, masih tertahan di Stasiun Cianjur.

"Sekarang KA Siliwangi masih tertahan di Stasiun Cianjur. Pemberangkatan kami tunda,"

Ujarnya kepada wartawan, Minggu (5/4/2026) malam.

Dia melanjutkan, ketinggian air yang menggenangi rel masih sekitar 27 centimeter. Angka itu dinilai masih terlalu berisiko untuk dilewati rangkaian kereta. "Belum dapat dilalui," tegas Kuswardojo. Genangan air semacam itu, jelasnya, berpotensi besar membahayakan keselamatan perjalanan.

Menyikapi situasi ini, KAI pun memberikan dua opsi bagi para penumpang. Bagi yang tidak ingin menunggu, mereka bisa membatalkan tiketnya. Kabar baiknya, kompensasi pengembalian bea diberikan 100 persen, meski biaya pemesanan tidak ikut dikembalikan.

Di sisi lain, bagi pelanggan yang memilih bertahan di stasiun, pihak KAI juga menyiapkan kompensasi berupa service recovery. Sambil menunggu, petugas terus memantau perkembangan kondisi jalur.

"Untuk yang mau membatalkan silakan. Untuk yang masih menunggu ada kompensasi yang kami berikan. Petugas terus memantau, untuk memastikan kondisi aman dan bisa kembali dilalui,"

Pungkas Kuswardojo menutup penjelasannya. Sementara itu, di Stasiun Cianjur, suasana malam Minggu itu tampak berbeda dari biasanya dipenuhi oleh penumpang yang menanti kepastian, sementara hujan mungkin masih gerimis di luar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar