Namun begitu, realitanya tidak semulus yang dibayangkan. Masih banyak pesantren yang berjuang dengan keterbatasan sarana dan sumber daya. Mereka bertahan lebih karena komitmen dan keikhlasan para pengelolanya, bukan karena fasilitas yang memadai.
"Dengan adanya Ditjen Pesantren, diharapkan simpul-simpul pesantren dapat semakin bergerak dan mendapat dukungan lebih baik," harap Thobib.
Dukungan itu mencakup banyak hal: sarana prasarana, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan dakwah. Peningkatan status dari eselon 2 ke eselon 1 ini sendiri bukan sekadar perubahan birokrasi. Ini adalah pernyataan politik, cermin komitmen negara untuk memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan sekaligus komunitas yang berjasa bagi bangsa.
"Semakin besar organisasi, semakin besar pula perhatian yang diberikan," katanya menutup pembicaraan.
Harapannya jelas: pesantren bisa tumbuh lebih kuat dan berdampak lebih luas di masa depan.
Artikel Terkait
Lima Oknum TNI Hadapi Proses Hukum Internal Terkait Pengeroyokan di Kafe Toraja
Tips Hindari Kekacauan Saat Libur Panjang Akhir Pekan
Harga Cabai Anjlom, Bawang Merah dan Ayam Naik Tipis Menurut BI
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram