Suasana malam di Cimuning, Bekasi, berubah jadi mencekam Rabu (1/4) malam lalu. Sekitar pukul setengah sepuluh, api tiba-tiba melahap area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog. Ledakan keras terdengar, disusul kobaran api yang menerangi langit. Akibatnya, dua belas orang harus dilarikan dengan luka bakar yang cukup serius.
Nino, dari call center Damkar Kota Bekasi, membenarkan kejadian itu saat dihubungi malam itu. Suaranya terdengar sigap di tengah keriuhan latar.
"Benar terjadi kebakaran. Petugas kami masih melakukan pemadaman," ujarnya.
Upaya pemadaman tak main-main. Belasan unit mobil pemadam dikerahkan dari berbagai pos, berjibaku hampir sepanjang malam. Baru sekitar pukul 3.45 pagi, api berhasil ditaklukkan. Meski begitu, kerusakan yang terjadi sudah parah. Area SPBE itu nyaris hancur total.
Lalu, apa pemicu awal bencana ini? Menurut Heryanto, Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas elpiji. Informasi ini dia dapat dari keterangan warga sekitar yang mencium bau gas tak biasa sebelum kejadian.
Artikel Terkait
Gempa Megathrust 7,6 SR Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Beberapa Wilayah
Pemilik SPBE Cimuning Bakal Dipanggil Usai Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura