Intinya, gagasan itu menawarkan solusi mitigasi bencana dengan menginternalisasi nilai-nilai lokal masyarakat adat Sulsel. Di tengah krisis budaya yang makin terasa, ide semacam ini dinilai sangat relevan dan menunjukkan sisi inovatif yang kuat.
Usai pengumuman, Akhdan menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam. Ia mengaku tak banyak berharap, tapi justru menjalani prosesnya dengan penuh keyakinan.
Ia juga menambahkan bahwa gelar juara ini bukan akhir segalanya. Justru sebaliknya.
Pihak fakultas pun tak ketinggalan memberi apresiasi. Mereka berharap prestasi ketiga mahasiswa ini bisa memantik semangat rekan-rekan lainnya untuk terus berkarya dan berkompetisi secara sehat.
Pada akhirnya, Pilmapres 2026 ini sekali lagi menegaskan komitmen FIB Unhas. Mereka serius dalam upaya mencetak generasi muda yang tak cuma pintar, tapi juga berkarakter kuat dan siap bersaing, baik di kancah nasional maupun global. Sebuah langkah yang patut diapresiasi.
Artikel Terkait
Gempa Megathrust 7,6 SR Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Beberapa Wilayah
Pemilik SPBE Cimuning Bakal Dipanggil Usai Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura