Pernyataan itu disampaikannya pada Rabu (1/4/2026) lalu. Adapun syarat terakhir menyangkut kedaulatan Iran di perairan vital. Tehran meminta penghormatan terhadap yurisdiksi hukumnya di Selat Hormuz, yang mereka anggap sebagai langkah kunci untuk menjaga keamanan maritim internasional.
Di sisi lain, Jalali tak lupa menyampaikan apresiasi. Ia mengucapkan terima kasih kepada Rusia dan beberapa negara lain yang telah berupaya menjadi mediator dalam konflik ini.
Republik Islam Iran, begitu penegasannya, selalu terbuka untuk setiap usaha yang konstruktif dan tulus demi stabilitas kawasan. Namun begitu, nada peringatan juga tak absen. Jalali menegaskan bahwa jika perang terus berlanjut, Iran tidak akan tinggal diam.
Negara itu akan terus menggunakan haknya untuk membela diri – sampai ancaman itu benar-benar hilang dari akarnya. Sebuah sinyal yang jelas bahwa jalan diplomatik masih terbuka, tapi dengan prasyarat yang ketat, sementara opsi militer tetap di atas meja.
Artikel Terkait
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus DSI
Puan Maharani Ingatkan WFH Jumat Harus Jaga Kecepatan Pelayanan Publik
Pertamina dan POSCO Sepakati Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
Apindo Pertimbangkan WFH Respons Kelangkaan BBM, Tekankan Produktivitas Harus Terjaga