Arus Balik Lebaran 2026 Lampaui 2,77 Juta Kendaraan, Puncak dari Arah Timur

- Minggu, 29 Maret 2026 | 22:20 WIB
Arus Balik Lebaran 2026 Lampaui 2,77 Juta Kendaraan, Puncak dari Arah Timur

Gelombang arus balik Lebaran 2026 ternyata cukup masif. Hingga hari ketujuh pasca Idulfitri, Sabtu (28/3/2026), tercatat sudah 2,77 juta lebih kendaraan yang merayap kembali ke kawasan Jabotabek. Angka kumulatif itu terkumpul sejak periode H-10, atau tepatnya mulai 11 Maret lalu.

Menurut Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, pergerakan itu dipantau dari empat gerbang tol utama. "Data kami himpun dari GT Cikampek Utama untuk arus Trans Jawa, GT Kalihurip Utama dari Bandung, lalu GT Cikupa dari Merak, dan GT Ciawi dari arah Puncak," jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3).

Dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan pulang hingga akhir Maret, angka 2,77 juta tadi berarti sudah mencakup 81,72 persennya. Artinya, puncak kepulangan sebenarnya sudah lewat, meski arus masih akan terus berlanjut.

Lalu, dari mana saja asal kendaraan yang membanjiri jalan tol itu?

Rivan membeberkan, mayoritas nyaris setengahnya berasal dari arah timur. Rinciannya, 1.306.467 kendaraan (47,1%) menuju Jabotabek dari jalur Trans Jawa dan Bandung. Sementara dari arah barat (Merak) ada 815.036 kendaraan (29,4%), dan dari selatan (Puncak) sebanyak 652.264 kendaraan (23,5%).

Kalau dirinci lebih dalam, arus dari timur ini menarik. Lewat GT Cikampek Utama (Trans Jawa) tercatat 724.401 kendaraan, melonjak 45,4% di atas angka normal. Sementara dari GT Kalihurip Utama (Bandung) ada 582.066 kendaraan, naik tipis 2,9%. Secara gabungan, kenaikan dari timur mencapai 22,8%.

Di sisi lain, arus dari barat justru sedikit lebih sepi dari biasanya. Melalui GT Cikupa, hanya 815.036 kendaraan yang tercatat, turun 1,4% dibanding lalu lintas normal.

Sementara dari arah Puncak via GT Ciawi, jumlahnya 652.264 kendaraan. Ini naik sekitar 3,1 persen.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar