Jalur pantura di Cirebon macet parah Jumat sore kemarin. Bukan macet biasa, tapi antrean kendaraan besar terutama truk dan bus yang mengular hampir sepanjang satu kilometer. Kejadiannya sekitar pukul empat setengah sore, 27 Maret lalu.
Dari pantauan di lokasi, lautan truk dan bus itu mendominasi perjalanan menuju Jawa Tengah. Antreannya merayap pelan, membentang dari kawasan perbatasan kota sampai ke perempatan lampu merah Jalan Pemuda. Suasana terasa berat, dipenuhi oleh deru mesin kendaraan berat yang melintas beriringan.
Menurut sejumlah saksi, arah sebaliknya menuju Jakarta juga ramai dilintasi kendaraan besar. Tapi situasinya sedikit lebih ringan. Lalu lintas di sana masih bisa bergerak, mungkin karena jumlah mobil pribadi yang tak sebanyak di jalur lawan arah.
Lambatnya pergerakan ini wajar saja. Kehadiran banyak truk dan bus jelas memengaruhi kecepatan rata-rata kendaraan di jalan. Kendaraan pribadi pun mau tak mau harus menyesuaikan, mengekor di belakang kendaraan-kendaraan besar itu.
Nah, ada alasan di balik membludaknya truk dan bus di jalur pantura ini. Rupanya, ini diduga imbas dari kebijakan pembatasan kendaraan ber-sumbu tiga non-logistik di jalan tol selama arus balik Lebaran. Karena dilarang masuk tol, ya terpaksa dialihkan ke jalur arteri seperti pantura.
Akibatnya, jalan menuju Jawa Tengah pun jadi lebih padat. Bukan cuma oleh kendaraan besar, tapi juga oleh mobil pribadi yang dialihkan. Kabarnya, pengalihan ini terjadi karena ada pemberlakuan sistem satu arah (one way) di ruas tol tertentu.
Meski antreannya panjang dan pergerakannya seperti siput, kondisi lalu lintas masih terpantau bergerak. Tidak benar-benar macet total. Untungnya, petugas dari kepolisian dan dinas perhubungan sudah bersiaga di beberapa titik rawan. Mereka terlihat aktif mengatur arus dan berusaha mengurai kemacetan, khususnya di persimpangan-persimpangan kunci.
Buat para pengendara yang hendak melintas, imbauannya tetap standar tapi penting: ekstra hati-hati, jaga jarak aman, dan bersabarlah. Volume kendaraan berat yang tinggi di jalur pantura Cirebon ini kemungkinan masih akan berlanjut. Kondisinya tidak bisa diprediksi dengan cepat.
Nur Ichsan Yuniarto melaporkan.
Artikel Terkait
PLIN Fokus Revitalisasi Aset Utama untuk Dongkrak Kinerja pada 2026
PLN Luncurkan Kampanye Green Future Powered Today, Tukar Poin Naik MRT dan Bus Listrik dengan Voucher Listrik
Libur Panjang Akhir Pekan, Ribuan Pengunjung Padati Kebun Binatang Ragunan Sejak Pagi
Kelas Menengah Atas Makin Selektif Belanja Kesehatan di Tengah Tekanan Ekonomi