"Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita," ujar Bahlil.
Kedua, dengan menggenjot produksi dalam negeri seoptimal mungkin. Strategi ini diharapkan bisa mengurangi risiko gangguan suplai ke depan.
Di lapangan, sejauh ini distribusi BBM disebut masih relatif lancar. Tidak ada antrean yang signifikan atau memanjang di SPBU-SPBU. Cadangan operasional nasional juga terus diperbarui, jadi masih dalam batas yang wajar.
Namun begitu, pemerintah tetap mewaspadai kemungkinan penimbunan. Imbauan pun disampaikan agar tidak ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan di saat seperti ini, karena jelas akan merugikan banyak orang.
Intinya, situasinya terkendali. Asal semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat, bisa bersikap rasional dan tidak panik.
Artikel Terkait
Pembiayaan BSI Tembus Rp323 Triliun, Bisnis Emas Jadi Penggerak Utama
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Mulai 2026, Rusia Larang Ekspor Emas Batangan di Atas 100 Gram
Ekonom: Liburan Beruntun dan Stimulus Pacu Target Pertumbuhan 5,5% di Kuartal I-2026