Per Februari 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat angka yang cukup impresif. Total pembiayaannya melesat 14,32 persen year-on-year, menyentuh Rp323 triliun. Kontribusi terbesarnya? Ternyata datang dari segmen konsumer, dengan bisnis emas sebagai motor penggerak utamanya.
Namun begitu, lini ritel dan UMKM juga tak kalah penting. Pembiayaan di sektor ini naik 6,10 persen menjadi Rp52,43 triliun. BSI sendiri mengaku punya komitmen kuat untuk mendorong UMKM naik kelas. Mereka tak cuma memberi pinjaman, tapi juga pendampingan, pelatihan, hingga menyediakan layanan khusus di BSI UMKM Center.
“Strategi kami dalam mendiferensiasi bisnis, terutama melalui bulion bank, menjadi salah satu pilar penopang,” begitu kira-kira penjelasan perseroan dalam rilisnya Jumat lalu (27/3/2026). Sejak dapat izin, bisnis emas mereka memang tumbuh signifikan dan jadi pendongkrak kinerja yang serius.
Fakta di lapangan pun berbicara. Kelolaan emas BSI kini sudah mencapai sekitar 22,5 ton. Basis nasabahnya juga terus melebar, menembus angka 23 juta dalam kurun empat tahun terakhir. Angka yang tidak main-main.
Dari sisi profitabilitas, ceritanya juga positif. Laba bersih perseroan tercatat Rp1,36 triliun, tumbuh sekitar 17 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Tren kenaikan ini sepertinya berlanjut.
Yang menarik, pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) justru melonjak lebih tinggi. Angkanya naik 30 persen jadi Rp1,47 triliun. Kontributor terbesarnya? Lagi-lagi layanan bank emas, yang melesat fantastis 136,55 persen ke posisi Rp463 miliar. Bisnis treasury dan layanan e-channel juga turut menyumbang, menunjukkan strategi digitalisasi mereka mulai berbuah manis.
Artikel Terkait
Trump Tunda Serangan ke Iran atas Permintaan Teheran, Beri Waktu 10 Hari untuk Negosiasi
Harga Minyak Tembus USD100, Trump Klaim Dapat Hadiah 10 Kapal Tanker dari Iran
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Mulai 2026, Rusia Larang Ekspor Emas Batangan di Atas 100 Gram