Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui bahwa tantangan dalam mengimpor BBM memang masih ada. Situasi di sejumlah kawasan produsen minyak dunia, termasuk hambatan di Selat Hormuz yang jadi jalur vital, memang memengaruhi pasokan. Tapi, dia menegaskan, kondisi stok nasional kita sebenarnya masih aman.
Karena itu, Bahlil secara khusus meminta masyarakat untuk tetap tenang. Jangan sampai muncul aksi panic buying yang justru bisa bikin kacau distribusi energi di dalam negeri.
"Kalau kebutuhan sehari cukup 30 atau 40 liter, ya gunakan secukupnya. Tidak perlu ada panic buying," tegas Bahlil.
Pernyataan itu disampaikannya saat berkunjung ke Solo, Jawa Tengah, Kamis lalu. Menurutnya, pembelian berlebihan hanya akan mempersulit situasi dan berpotensi dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.
"Jangan sampai masih ada yang antre di SPBU-SPBU, mobil-mobil truk, padahal isinya bukan untuk mengangkut, tetapi abis itu dijual lagi," tambahnya.
Lalu, apa yang sedang dilakukan pemerintah? Upayanya berjalan di dua front. Pertama, dengan mencari sumber impor alternatif dari berbagai negara, tidak bergantung pada satu kawasan saja. Presiden sendiri sudah memerintahkan langkah ini.
Artikel Terkait
Pembiayaan BSI Tembus Rp323 Triliun, Bisnis Emas Jadi Penggerak Utama
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Mulai 2026, Rusia Larang Ekspor Emas Batangan di Atas 100 Gram
Ekonom: Liburan Beruntun dan Stimulus Pacu Target Pertumbuhan 5,5% di Kuartal I-2026