Inilah rangkuman berita utama dari berbagai belahan dunia dalam sehari terakhir. Mari kita mulai dari Hong Kong, di mana kabut duka masih menyelimuti sebuah tragedi memilukan.
Enam Orang Ditangkap Terkait Kebakaran Maut di Hong Kong
Polisi Hong Kong kembali menahan enam orang. Mereka diduga mematikan alarm kebakaran saat sedang melakukan renovasi di kompleks apartemen yang ludes dilalap api pekan lalu. Peristiwa nahas itu merenggut nyawa setidaknya 159 orang.
Sebelumnya, pada Selasa lalu, polisi sudah menangkap 15 orang terkait penyelidikan kasus ini. Tak hanya itu, badan antikorupsi setempat juga bergerak cepat, meringkus 12 orang lain yang diduga terlibat praktik korupsi.
Korban termuda dalam kebakaran itu adalah seorang bayi berusia satu tahun. Sementara yang tertua berumur 97 tahun. Pencarian jenazah di gedung ketujuh dari total delapan gedung yang terbakar telah usai. Namun, sekitar 30 orang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Warga Gaza Diizinkan Menyeberang ke Mesir, Tapi...
Ada kabar baru dari perbatasan Rafah. Otoritas Israel menyatakan pintu penyeberangan dari Gaza ke Mesir akan dibuka "dalam beberapa hari mendatang." Sayangnya, izin ini hanya untuk warga Palestina yang ingin meninggalkan Gaza, bukan untuk masuknya bantuan kemanusiaan.
COGAT, badan Israel yang mengurusi koordinasi layanan di Gaza, mengumumkan rencana itu. Tapi rinciannya masih sangat minim, bikin banyak pihak bertanya-tanya.
Menurut COGAT, warga yang ingin keluar harus melalui pemeriksaan keamanan Israel. Nantinya, proses ini akan diawasi oleh perwakilan dari Uni Eropa.
Namun begitu, pihak Mesir langsung membantah. Otoritas setempat menyatakan belum ada koordinasi dengan Israel soal pembukaan Rafah. Mereka juga menilai persyaratan yang diajukan Israel tidaklah tepat.
Pembukaan kembali penyeberangan seperti Rafah sebenarnya termasuk salah satu butir kesepakatan gencatan senjata. Hamas sendiri sudah mengkritik Israel, karena dianggap menolak mengizinkan bantuan masuk melalui wilayah tersebut.
Foto-Foto Mengejutkan dari Pulau Pribadi Jeffrey Epstein
Pulau pribadi almarhum Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan. Kali ini, sejumlah politisi Amerika Serikat merilis foto dan video terbaru dari lokasi itu. Tujuannya jelas: menekan pemerintahan Trump yang dinilai lamban menangani kasus kejahatan seksual Epstein.
Rilis gambar ini kebetulan terjadi di hari yang sama. Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang kini mendekam di penjara, memberi tahu pengadilan New York bahwa dia berencana mengajukan kembali permohonan pembebasannya.
Foto-foto itu dipublikasikan oleh anggota Partai Demokrat. Mereka telah lama menyelidiki kemungkinan adanya kesalahan pemerintah AS dalam menginvestigasi dan menuntut Epstein.
"Ini adalah foto dan video pulau pribadi Jeffrey Epstein yang belum pernah dilihat sebelumnya," ujar Partai Demokrat. Mereka menggambarkannya sebagai "gambaran yang mengerikan di balik Epstein."
Publikasi ini terpisah dari rencana peluncuran "berkas Epstein" milik Departemen Kehakiman, yang meski diamanatkan undang-undang, hingga kini belum juga terealisasi.
Dokter Penyedia Ketamin Matthew Perry Dihukum Penjara
Pengadilan federal Los Angeles akhirnya menjatuhkan vonis. Salvador Plasencia, atau yang akrab disapa Dr. P, dihukum dua setengah tahun penjara. Dokter yang mengelola klinik darurat di pinggiran Los Angeles itu terbukti memasok ketamin secara ilegal kepada Matthew Perry, bintang serial 'Friends'.
Plasencia sudah mengaku bersalah pada 23 Juli lalu atas empat dakwaan pendistribusian obat bius ilegal. Dia adalah orang pertama dari lima tersangka yang dihukum terkait overdosis yang menewaskan Perry.
"Anda dan orang lain membantu Perry menemui ajalnya dengan terus memenuhi kecanduan ketaminnya,"
Ucap Hakim Sherilyn Peace Garnett dengan tegas di ruang sidang. Ia menambahkan,
"Anda mengeksploitasi kecanduan Perry untuk keuntungan Anda sendiri."
Vonis itu sekaligus menutup satu babak kelam dari kasus yang telah menyita perhatian dunia.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Seluruh Kampus Bentuk Tim Khusus Bantu Pemda Selesaikan Masalah Daerah
AS Klaim Hancurkan Enam Kapal Iran dan Tembak Jatuh Rudal, Teheran Desak Washington Kurangi Tuntutan
Mahalini Sukses Gelar Konser Perdana di Kuala Lumpur, Tandai Babak Baru Usai Hiatus
Enam Mahasiswa Diamankan Usai Turunkan Bendera Merah Putih saat Demo Tolak Pergub JKA di Banda Aceh