Harga Minyak Melonjak Lagi Usai Harapan Damai Timur Tengah Meredup

- Jumat, 27 Maret 2026 | 07:20 WIB
Harga Minyak Melonjak Lagi Usai Harapan Damai Timur Tengah Meredup

Harga minyak kembali meroket, Kamis kemarin. Kenaikan ini menandai pembalikan tajam dari penurunan sehari sebelumnya, seiring dengan pudarnya harapan perdamaian di Timur Tengah dalam waktu dekat. Sentimen pasar berubah begitu cepat.

Kontrak berjangka minyak Brent melonjak 5,7 persen, menembus level USD108,01 per barel. Sementara itu, minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), juga naik 4,6 persen ke posisi USD94,48 per barel. Yang menarik, volume perdagangan untuk kontrak Brent bulan terdepan justru tercatat paling rendah sejak akhir Februari lalu tepatnya sehari sebelum AS dan Israel memulai serangan ke Iran.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Tampaknya, kabar dari meja perundingan justru memicu ketidakpastian. Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, mengonfirmasi bahwa Washington telah menyodorkan "daftar aksi 15 poin" kepada Iran sebagai dasar negosiasi. Namun, respons dari Teheran terasa dingin.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan pihaknya sedang meninjau proposal tersebut. Tapi, kata kuncinya: belum ada pembicaraan serius tentang gencatan senjata. Bahkan, seorang pejabat senior Iran yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa proposal AS itu "sepihak dan tidak adil".

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump punya narasi berbeda. Ia menyebut Iran telah menawarkan izin bagi 10 kapal tanker minyak untuk melintasi Selat Hormuz. Menurutnya, ini adalah isyarat itikad baik.

"Ada kebingungan dan frustrasi atas kebenaran berbagai informasi dari Amerika Serikat dan Iran. Investor kembali beralih ke aset yang lebih aman untuk menjaga modal," kata Timothy Snyder, Kepala Ekonom Matador Economics.

Di tengah kebingungan itu, langkah militer justru semakin nyata. Pentagon disebut-sebut berencana mengirim ribuan pasukan lintas udara ke kawasan Teluk. Tujuannya, memberi lebih banyak opsi bagi Trump untuk serangan darat. Ini adalah tambahan untuk dua kontingen Marinir yang sudah dalam perjalanan.

Tak mau kalah, kelompok Houthi di Yaman sekutu Iran menyatakan siap kembali menyerang jalur Laut Merah. Semua ini sebagai bentuk solidaritas.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar