JAKARTA – Gelombang perjalanan libur Natal dan Tahun Baru ternyata benar-benar membanjiri stasiun kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat angka yang luar biasa: hingga Kamis pagi, 1 Januari 2026, tiket yang laku untuk periode 18 Desember hingga 4 Januari nyaris menembus 3,9 juta. Tepatnya, 3,87 juta lebih tiket telah berpindah tangan.
Kalau dirinci, kereta jarak jauh jadi primadona. Penjualannya mencapai lebih dari 3,1 juta tiket. Angka ini bahkan melampaui kapasitas yang disiapkan, yakni 115,2 persen. Kok bisa? Pola perjalanan penumpang yang naik-turun di berbagai stasiun membuat okupansi melonjak tinggi.
Di sisi lain, untuk kereta lokal, penjualannya menyentuh 691 ribu tiket atau sekitar 92,8 persen dari kapasitas. Masih ada sisa, tapi trennya jelas: masyarakat bergerak sangat aktif.
“Angka penjualan tiket ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi andalan selama periode libur Nataru,”
Ucap Anne Purba, VP Corporate Communication KAI, seperti dikutip Kamis lalu. Ia menambahkan, kepercayaan itu diterjemahkan menjadi kepadatan yang nyata di peron dan gerbong.
Bayangkan saja, di hari pertama tahun 2026 itu, sebelum jam delapan pagi saja sudah ada 190 ribu lebih penumpang yang dilayani di wilayah Jawa dan Sumatra. Dan jumlah itu diprediksi masih akan bertambah sampai malam.
Secara kumulatif, dari 18 sampai 31 Desember 2025, KAI telah melayani lebih dari 3,2 juta pelanggan. Lumayan padat, bukan?
Menariknya, KAI juga punya program diskon 30 persen untuk kereta ekonomi komersial. Hasilnya? Tiket terjual mencapai 1,36 juta atau mengisi sekitar 91 persen kursi yang disediakan. Tawaran harga ternyata masih jadi daya tarik yang kuat di musim liburan seperti ini.
Lalu, stasiun mana saja yang paling ramai? Untuk keberangkatan, Pasar Senen, Yogyakarta, Gambir, Surabaya Pasar Turi, dan Semarang Tawang jadi favorit. Sementara tujuan yang paling banyak dicari tak jauh berbeda: Pasar Senen, Yogyakarta, Gambir, Bandung, dan Semarang Tawang. Rute-rute utama di Pulau Jawa tetap menjadi urat nadi pergerakan mudik dan wisata.
Artikel Terkait
S&P DJI Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia, Pantau Perkembangan Regulasi BEI
S&P Dow Jones Tetap Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia Meski Kompetitor Tunda
S&P Tetap Lanjutkan Rebalance Indeks Indonesia di Tengah Keraguan Pesaing
S&P DJI Tegaskan Rebalance Indeks Indonesia Tetap Berjalan Maret 2026