Di musim ini, Dunk dan Egg sekarang mengabdi pada Ser Eustace Osgrey seorang ksatria yang jatuh miskin karena dulu salah pilih pihak dalam Pemberontakan Blackfyre. Konflik muncul ketika mereka terlibat sengketa tanah dengan tetangga, dan di situlah mereka berjumpa dengan sosok perempuan misterius, Lady Rohanne Webber.
Di balik layar, George R.R. Martin dan Ira Parker bertindak sebagai produser eksekutif sekaligus pencipta serial. Parker juga menjalankan peran sebagai showrunner. Mereka didukung oleh sederet produser eksekutif lain seperti Sarah Bradshaw, Owen Harris, Ryan Condal, dan Vince Gerardis.
Soal respons penonton, data dari HBO menunjukkan angka yang cukup solid. Rata-rata, tiap episode ditonton oleh hampir 13 juta akun di AS. Angka itu membuat serial ini mencatatkan debut sebagai serial terbesar ketiga sepanjang sejarah HBO Max, cuma kalah dari House of The Dragon dan The Last of Us.
Para kritikus pun sepertinya sepakat memberi pujian. Skor di Rotten Tomatoes mencapai 94%, sebuah angka yang cukup prestisius. Penampilan kedua pemeran utamanya, Claffey dan Ansell, juga dapat banyak apresiasi.
Di sisi lain, para penggemar setia Game of Thrones rupanya menikmati format barunya. Alur cerita yang lebih personal dan fokus, durasi episode yang tidak terlalu panjang, serta musim yang hanya terdiri dari enam episode, dianggap sebagai penyegar yang pas.
Jadi, tinggal nunggu proses pasca-produksi beres. Semoga tidak ada kendala berarti menuju tayang awal 2027 nanti.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Imbau Masyarakat Tenang, Stok BBM Nasional Masih Aman
Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Mudik Lebaran 2026 Laris, Okupansi Lampaui 100%
TAUD Kecam Konferensi Pers TNI, Penjelasan Kasus Andrie Yunus Dinilai Tak Sentuh Substansi
Komnas HAM Belum Ambil Sikap, Proses Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Berlanjut